Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 09 Februari 2013

BERNOSTALGIA SEJARAH DI KOTA PAHLAWAN

Bernostalgia Sejarah di Kota Pahlawan

HL | 12 January 2013 | 08:50 Dibaca: 188   Komentar: 0   1 menarik
Maju tak gentar…Membela yang benar…Maju tak gentar…Hak kita diserang…Maju serentak…Mengusir penyerang…Maju serentak…Tentu kita kita menang. Itu merupakan bait lagu yang mengkisahkan tentang sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia mempertahan kan Kemerdekaan. saya pun menuju ke kota Pahlawan untuk mengetahui bekas sejarah bangsa Indonesia.
1357953759849604614
peringatan hari pahlawan
Kota Surabaya menyimpan kisah kepahlawanan, kisah keberanian para pemuda yang bahu membahu mempertahan kan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meski telah melawati waktu yang panjang , namun jejak sejarah masih tersisa. Salah satu peristiwa heroit adalah aksi penyobekan bendera belanda di hotel yamato atau hotel orange di tahun 1945. Dengan penuh keberanian arek-arek suroboyo memanjat dan menurunkan bendera Merah, Putih, Biru serta merobek nya hingga tinggal warna merah dan putih.
13579535671595610341
Hotel Orange - dok. wikipedia.com
Kini hotel Yamato telah berganti nama menjadi hotel Majapahit, namun jejak sejarah masih melekat di hotel ini. Tiang bendera tempat sangsaka merah putih berkibar masih berdiri tegak. Saya pun mencoba mendekati tiang bendera bersejarah ini yang terletak di bagian atas hotel. Kisah perjuangan para pemuda Surabaya mempertahankan kemerdekaan sudah 67 tahun berlalu. Para pelaku sejarah yang tersisa semakin sedikit. Saya pun penasaran mencoba mencari pelaku sejarah perjuangan yang tersisa di kota pahlawan ini (Surabaya).
1357955329810733868
Hotel Majapahit
Saya pun tiba di sebuah rumah sederhana tempat seorang Veteran pejuang tinggal. Pejuang tersebut bernama Munandar, kini usia beliau sudah 85 tahun. Pada gurat wajah nya masih terpancar kebanggaan atas kisah perjuangan yang di alamai-nya 67 tahun silam. Dengan menggunakan seragam pejuang beliau pun rutin menjumpai teman – teman nya sesama pejuang dalam Korps Cacat Veteran Republik Indonesia. Meskipun beliau harus berjalan ter tatih – tatih melewati jalanan yang sempit.
Bapak Munandar menyimpan cerita penyebab kaki nya yang pincang, bersama beliau saya pun tiba di tempat Korps Cacat Veteran Republik Indonesia cabang kota Surabaya. Disi sudah ada 2 teman bapak Munandar yang sama sesama pejuang 45. Anggota Korps cacat veteran di Surabaya kini tinggal tersisa 8 orang, dan hanya 4 orang yang aktif. Kegiatan mereka sehari-hari nya ialah mengurusi kepentingan anggota yang masih aktif.
13579538361265772687
Tugu Pahlawan Surabaya
Tugu pahlawan di kota Surabaya adalah tempat yang penuh kenangan bagi bapak Munandar. Di tahun 1945 ia telibat langsung dalam peperangan hebat di sini. Tempat ini memang menjadi pusat pertempuran dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Para pejuang banyak yang berguguran disini. Di kawasan tugu pahlawan ini saya di temani bapak Munandara bernostalgia menghirup kenangan masa lalu nya. Saat langkah nya yang tertatih – tatih mulai menapaki tempat ini, berbagai kenangan pun menghinggapi ingatan nya.
Dalam pertempuran itu Bapak Munandar ikut menyerang markas yang tak lain adalah polisi militer Jepang. Unik nya, bapak Munandar sendiri pernah belajar teknik perang dari polisi Khusus Jepang. Kisah kepahlawanan para pejuang 45 di Surabaya telah melahirkan kebanggaan bagi warga Surabaya, salah satu nya adalah Imam Widodo. Karena kebanggaan nya ia pun mendalami sejarah perjuangan di Surabaya, termasuk mengoleksi berbagai hal terkait sejarah perjuangan. Seperti buku – buku, sisual , hingga berbagai pernak – pernik.
Bapak Imam Widodo sendiri telah menulis sejumlah buku – buku yang di maksud kan agar warga Surabaya tak melupakan sejarah perjuangan rakyat Surabaya. Menurut nya ketidak pedulian anak – anak muda atau generasi muda Surabaya terhadap sejarah kota nya. Maka ia melakukan hal ini menulis buku – buku tentang Surabaya dan kota – kota di Jawa Timur dengan maksud supaya anak – anak muda itu tergugah dan mereka tidak akan kehilangan jati diri atas sejarah kota nya. Semangat kepahlawanan untuk negeri ini memang harus tetap menyala. Dan wujud kepahlawanan akan menemukan bentuk nya pada setiap jalan nya.

0 komentar:

Poskan Komentar